Saturday, May 19, 2012

critical reflection on my elective posting. ^^

bismillah.. 

*this is a true copy of the critical reflection on my elective posting which was done during my 3th year semester breaks... at first i thought to take this one as THE elective posting but surely, being a teacher give me the most memorable experiences.. ;)

CRITICAL REFLECTION

When I first ask my mother to help me find a job as a teacher in Al-Amin Islamic Secondary School, Gombak (SMIAAG), I was skeptical either I can teach or not. To tell the truth, I really looked down to myself because in my head, I always believe that I am a very bad teacher. Even my 2 younger sisters keep on telling me I am a bad teacher because whenever they ask me questions regarding their homework; I rarely knew how to cater them with guides on how to answer the questions. Which then I subsequently will ask them to go and ask my elder sister which in my opinion is a much better teacher than I am.

Though initially I doubt my ability to teach, I challenge myself to prove that I can teach. That is why I choose my elective posting to be a teacher. I work there as a substitute teacher for about 2 months or more accurately for the whole semester breaks. For the first month, I substitute a teacher who teaches Chemistry form 4 and Science form 3. It was unimaginable at first to teach such heavy subjects to form four students and PMR candidates. However, I believe that everything happen for a reason and God will always give the best for His servants. That is why I put my best effort to teach the students.  

Whereas, for the other 1 month I have to substitute a teacher who teaches History form 4 and Geography form 3 and 1. This time, it really strikes me because previously during my time as a school student, History is one of the subjects that I dislike because of the factual and its long explanations. But likewise, I believe that everything that comes in my way is always for my best interest and therefore I put my best to revise and restudy the subject for the good of my students.

I can clearly remember for the first class I enter, which is a form 4 Chemistry class; my hand was shaking and trembling. It is a completely different feeling from sitting next to patient, taking history and examines the patient. I could feel that all eyes are on me and ready to condemn me because I am a new teacher. Furthermore, I am scared I might give them wrong information about the topics that I need to teach. I already did my best to prepare for the class; I do notes, I read the books but I am still surrounded by worries that I might teach the students inadequately.

In addition, as an Islamic secondary school, all the students have additional classes of tilawah and hafazan every morning. So, the teachers have to teach and guide the students during these tilawah and hafazan classes. At first, a lot of thoughts come to my mind, for examples, am I good enough in these areas to correct and guide them? Or what if it is me who need the guidance? Then I quickly erase these thoughts and plant in new thoughts. If I do mistakes, I will apologize, if I need guidance, I will quickly find one, and if I lack of knowledge, I will seek more knowledge before entering the classes. With these thoughts I embrace myself with a hope that I can do well, insyaAllah.

From this experience I have learned that we will never know our true capability whether we are good or bad at something until we try to do it by ourselves. I never knew that I can teach but this experience have prove that I can, insyaAllah. Secondly, I have learned that to be successful in some area, we need to master that area first. As for me, I really thought that teaching all those subjects are very difficult, but with great effort and luck, Alhamdulillah I manage to do it.

From this experience, I have also learned that a good teacher is someone who teaches not only with mind, but also with heart. Because I believe that being a teacher is a really noble job. There is a saying, "GIVE ME A FISH AND I EAT FOR A DAY, TEACH ME TO FISH AND I EAT FOR A LIFE TIME". This must be a philosophy of a good teacher. In my opinion, a teacher should be patient and kind, flexible and resourceful, tolerant and open minded with a good sense of humor. A teacher should also be honest, helpful, humble and modest. I really would like to express thousand millions of gratitude to all my teachers since I was a school child until now. It is true that learning process never end until the day we took our last breath.

*alhamdulillah thummal hamdulillah... ;)

Wednesday, April 25, 2012

dear sisters

bismillah... 


Ya ukhti.. 
andai hidup tidak dihadiri lelaki , tidak bermaksud diri tidak diingini. usah khuatir kerana cinta Allah itu pasti, Allah memelihara hati & jiwa daripada dikecewakan & didatangi penyakit (riak). 

wanita yang sentiasa menjadi dambaan lelaki adalah wanita yang longgar jagaannya oleh Allah , atau Allah sedang menguji dengan penyakit hati. 

dekatkan diri dengan Illahi , pasti cinta kau temui , usah diharap insan yang kau sendiri tidak pasti . diamkan lelaki yang kau sukai , berdoa pada Illahi. InsyaAllah kau pasti dicari. jagalah hubungan dengan Allah & Allah pasti akan mnjagamu .

semoga Allah SWT permudahkan segala urusan kita & menganugerahkan kita pasangan yang melabuhkan cintanya kepada Pencipta. Amin ^_^





alhamdulillah 'ala kulli hal... ;)

Tuesday, April 24, 2012

He's never far away.. ;)


bismillah...

Ketika ku bersedih…
Kepada siapa aku harus mengadu…
Ketika hatiku lara…
Kepada siapa aku menyalah…
Hanya ada Allah ta’ala disampingku, yang selalu memberiku kekuatan…
Memberi ku harapan akan terangnya dunia ini

Ketika aku bersedih…
Ingatlah tentang ini :

Kenapa Rasa Frustasi?
Al-Qur’an menjawab :
“Janganlah kamu bersikap lemah dan jangan pula kamu bersedih hati, padahal kamu lah orang2 yang paling tinggi derajatnya jika kamu orang2 yang beriman” (Surat Al-Imran : 139)

Kenapa Aku tidak mendapat apa yang aku idamkan?
Al-Quran menjawab :
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat sangat baik bagi mu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia sangat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui (Surat Al-Baqarah : 216)

Kenapa aku di uji?
Al-Quran menjawab :
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan :”Kami telah beriman” sedang mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya dia mengetahui orang2 yang benar dan dia mengetahui orang2 yg dusta” (Surat Al-Ankabut : 2-3)

Aku tak tahan!!
Al-Quran menjawab :
“…dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum kafir” (Surat Yusuf : 12)

Kenapa Ujian Seberat ini?
Al-Qur’an menjawab :
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (Surat Al-Baqarah : 286)

Dan bagaimana aku harus menghadapinya?
Al-Qur’an menjawab :
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan shalat dan sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali kepada orang2 yang khusyuk”(surat Al-Baqarah : 45)

Kepada siapa aku berharap?
Al-Quran menjawab :
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan selain dari Nya. Hanya kepada Nya aku bertawakal” (surat At-Taubah : 129)

Apa yang aku dapat dari semua ini?
Al-Quran menjawab :
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka…” (surat At-Taubah : 111)

Dan selalu ingatlah ini :
“… Allah SWT tidak menjanjikan langit itu selalu biru, bunga selalu mekar dan mentari selalu bersinar. Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi disetiap badai, senyum disetiap air mata, berkah disetiap cobaan dan jawaban disetiap doa…”


alhamdulillah... :')

to me, u, and us..


PESANAN SYEIKH AHMAD YASSIN (1938-2004)

KEPADA PEMUDA DAN PEMUDI

Wahai anak-anakku, telah tiba saatnya kalian kembali kepada ALLAH swt dengan meninggalkan pelbagai keseronokan dan kealpaan kehidupan dan menyingkirkannya jauh daripada kehidupan kalian. Telah tiba saatnya kalian bangun dan melakukan solat subuh secara berjemaah.

Sudah sampai saatnya untuk kalian menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, mengamalkan kandungan al-Quran serta mencontohi kehidupan Nabi Muhammad saw. Aku menyeru kalian wahai anak-anakku untuk solat tepat pada waktunya. Lebih dari itu, aku mengajak kalian wahai anak-anakku, untuk mendekat diri kepada sunnah Nabi kalian yang agung.

Wahai para pemuda, aku ingin kalian menyedari dan menghayati makna tanggung jawab. Kalian harus tegar menghadapi kesulitan hidup dengan meninggalkan keluh kesah. Aku menyeru kalian untuk menghadap ALLAH SWT dan memohon keampunan dari-Nya agar Dia memberi rezeki yang berkat kepada kalian. Aku menyeru kalian supaya menghormati orang yang lebih tua dan menyayangi orang yang lebih muda.

Aku ingin kalian tidak tertidur oleh alunan-alunan muzik yang melalaikan, melupakan kata-kata yang menyebutkan cinta kepada manusia dan dunia serta menggantikannya dengan kata amal, kerja dan zikir kepada ALLAH. Wahai anak-anakku, aku amat berharap kalian tidak sibuk dengan muzik dan tidak terjerumus ke dalam arus syahwat. Wahai puteriku, aku ingin kalian berjanji kepada ALLAH akan mengenakan hijab secara jujur dan betul.

Aku meminta kalian berjanji kepada ALLAH bahawa kalian akan mengambil peduli tentang agama dan Nabi kalian yang mulia. Jadikanlah ibunda kalian, Khadijah dan Aisyah, sebagai teladan. Jadikan mereka sebagai pelita hidup kalian. Haram hukumnya bagi kalian untuk melakukan sesuatu yang boleh menarik perhatian pemuda supaya mendekati kalian.Kepada semua, aku ingin kalian bersiap sedia untuk menghadapi segala sesuatu yang akan datang. Bersiaplah dengan agama dan ilmu pengetahuan.

Bersiaplah untuk belajar dan mencari hikmah. Belajarlah bagaimana hidup dalam kegelapan yang pekat. Latihlah diri kalian agar dapat hidup tanpa elektrik dan peralatan elektronik. Latihlah diri kalian untuk sementara waktu merasakan kehidupan yang sukar. Biasakan diri kalian agar dapat melindungi diri dan membuat perancangan untuk masa depan. Berpeganglah kepada agama kalian. carilah sebab-sebabnya dan tawakal kepada ALLAH.

mommy.. mommy.. ^^



Don’t teach your daughter how to dance,

Teach her how to offer salah..

Don’t teach her how to sing,
Teach her how to recite Quran..

Don’t beautify her with makeup
buT with Hijab...

Don’t let her take actresses or singers as her role model in life
buT Teach her that mothers of believers are the best example a Muslimah should follow..

You will be questioned about everything you teach her on Judgment Day, the Day on which “A man flee from his brother, and from his mother and his father” (according to Quran)
So try your best to raise her on Islamic teachings ...

ALLAH know!

"dan Dialah y menidurkan kamu pada mlm hari dan Dia mengetahui apa y kamu kerjakan pada siang hari. kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari utk disempurnakan umurmu y telah ditetapkan. kemudian kepadaNya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa y tlh kamu kerjakan." Al-An'am 6: 60

motivating one-self!~

"la yukallifullahu nafsan illa wus'aha"
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" al-Baqarah 2: 286

~~kadang kala Allah sembunyikan matahari, Dia datangkan petir dan kilat.. kita tertanya-tanya, kemana hilangnya mentari?? rupa-rupanya Allah gantikannya dengan sang pelangi yang indah... ^_^